Skip to main content

Selamat Jalan, Sayang

Malam ini, malam ke-9 engkau pergi meninggalkanku. Deraian air mata pun mengalir dipipi ini, seolah tidak ingin kehilangan dirimu.

Kutabur bunga nan indah diatas tempat tinggal keduamu. Kenangan yang dulu pernah kita buat bersama pun tak akan mungkin bisa aku lupakan. Air mata ini tak mampu menahan perihnya kehilangan dirimu.

Lalu, pada siapakah aku mengadu? mengadu tentang sakit hati ini. Siapa yang akan menggantikan motivator terhebat sepertimu? siapa lagi kalau bukan dirimu?. Aku mengerti sekarang, semuanya hanyalah bayangan yang setiap harinya akan menghantui diri ini.

Bintang dilangit pun menjadi bukti betapa takutnya aku kehilangan dirimu, namun malam itu takdir berkata lain, kita pun dipisahkan untuk selamanya. Bukan karena kita berbeda kota, berbeda tempat tinggal, tapi karena sekarang kita berbeda dunia.

Ingin rasanya diri ini memelukmu kembali, namun apadaya semuanya sudah terlambat untuk disesali. 
Senyuman manis itu pun tidak akan pernah bisa aku lihat kembali. Lelucon itu juga pun tak akan pernah bisa aku dengar lagi, hanya saja untuk saat ini aku ikhlas menerimanya.

Lalu, bagaimana nasib diri ini? akankah ada cinta sejati yang sama seperti cinta yang kau berikan padaku?

Hari pun berganti dan tak ada sesosok lelaki  yang mampu menggantikan dirimu dihidup ini, tak ada yang bisa menyamai kasih sayangmu kepadaku.

Andai saja, sebelum engkau pergi kita bisa bergurau kembali menceritakan lelucon yang sama sekali tidak pernah aku dengar sebelumnya. Namun, engkau pun pergi tanpa meninggalkan jejak sekalipun.

Maaf ayah, aku belum bisa membuatmu bangga saat ini. Maaf juga aku terlalu sering menggoreskan luka dihatimu, mungkin karena tutur kataku yang kurang sopan atau sebagainya. Maaf ayah, aku tidak bisa membuatmu bahagia, yang aku perbuat hanyalah kesedihan didalam hatimu.

Cinta yang kau beri padaku itu sangatlah berharga sampai saat ini, kasih sayang yang kau beri begitu indah untuk selamanya, semoga saja yang kuasa memberi kita kesempatan untuk bertemu lagi.

Malam ini aku berharap kita dapat bertemu kembali, walaupun hanya didalam mimpi namun bagiku itu adalah suatu keajaiban yang terindah.

Sampai bertemu lagi sayang, semoga kita tergolong sebagai hamba-Nya yang taat dan sabar dalam menghadapi masalahnya, semoga kita dibangunkan istana yang megah disurga-Nya.
Aamiin ^-^ Love You So Much :*

Comments

Popular posts from this blog

Asal Usul Pedamaran

Lebak Purun Pedamaran Indonesia adalah negara yang memiliki banyak pulau. Salah satunya adalah pulau Sumatera. Di setiap Pulau terdapat banyak sekali nama-nama daerahnya. Dan disetiap daerah memiliki sejarah dan keunikan yang  berbeda-beda pula. Salah satu daerah yang memiliki sejarah dan keunikan yang belum dikenal oleh masyarakat adalah daerah Pedamaran. Pedamaran adalah salahsatu memiliki sejarah dan keunikan yang sangat menarik. Namun, hal ini tidak banyak diketahui oleh khalayak banyak. Menurut kutipan dari (Abief,2017 :1) mengatakan bahwa, “terbentuknya daerah Pedamaran berasal dari Meranjat karena terdapat banyak kesamaan pada bahasanya.”  Sejarah terbentuknya daerah Pedamaran adalah sebagai berikut. Pada zaman dahulu, saat orang-orang belum menduduki di wilayah tersebut untuk ditinggali, daerah ini awalnya adalah daerah yang penuh dengan hutan. Di daerah ini terdapat banyak pohon damar. Karena daerah ini merupakan penghasil damar terbanyak, jadi banyak p...

Dengan Segenap Hati

Hari yang pernah aku jalani ini, tak selamanya mengalir lancar bak sungai. Tak selamanya senada dengan apa yang Allah rencanakan. Aku....... Hanyalah seseorang yang tak pernah tau apa arti kehidupan yang sebenarnya. Hanya seorang gadis yang telah ditinggal ayahnya yang sangat dia cintai. Aku... Tak selamanya bisa menjadi orang yang selalu dipandang tinggi oleh kalian, aku hanyalah seorang yang lemah dan tidak bisa apa-apa. Dengan segenap hati aku katakan, aku bukanlah orang yang sempurna didunia ini, aku juga bukanlah seorang yang selalu benar dalam kehidupanku. Aku adalah manusia biasa yang hanya mengadu pada diri-Nya. Hari demi hari kulewati di jeruji suci ini. Aku tak mengerti apa alasan ayah memaksaku masuk kedalam jeruji ini. Kulewati hari-hari bersama mereka yang sama sekali tidak pernah tau isi perasaan ini. Aku sempat berfikir untuk mengakhiri hidup ini, namun setelah sakaratul maut itu hampir menjemput disitulah aku baru sadar tentang arti kehidupan. Terima kasih at...

KELUARGA

        Harta terbesar yang aku miliki sekarang, tanpanya aku tidak bisa apa-apa lagi. Mereka yang rela mengorbankan waktunya untukku, mengorbankan tenaganya untukku, dan semua hanya untukku. Hari ini, aku mulai merindukan mereka lagi, ntah kapan akan bertemu kembali. Ingin rasanya, pergi dari penjara ini, tapi ini bukan waktu yang tepat untuk aku menemui mereka. Aku pun tak mengerti semuanya mengapa aku harus berpisah dengan mereka, padahal aku masih punya waktu untuk mereka, dan aku menyia-nyiakannya.       Tuhan, lindungi mereka, jaga mereka, bahagiakanlah mereka. Tolong, panjangkanlah umur mereka, agar kelak mereka melihatku sukses dan akan membahagiakan mereka, aku janji. Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun, masih saja aku tidak bisa bersama mereka.