![]() |
| Lebak Purun Pedamaran |
Indonesia
adalah negara yang memiliki banyak pulau. Salah satunya adalah pulau Sumatera.
Di setiap Pulau terdapat banyak sekali nama-nama daerahnya. Dan disetiap daerah
memiliki sejarah dan keunikan yang berbeda-beda pula. Salah
satu daerah yang memiliki sejarah dan keunikan yang belum dikenal oleh
masyarakat adalah daerah Pedamaran. Pedamaran adalah salahsatu memiliki sejarah
dan keunikan yang sangat menarik. Namun, hal ini tidak banyak diketahui oleh
khalayak banyak. Menurut kutipan dari (Abief,2017 :1)
mengatakan bahwa, “terbentuknya daerah Pedamaran berasal dari Meranjat karena
terdapat banyak kesamaan pada bahasanya.” Sejarah terbentuknya
daerah Pedamaran adalah sebagai berikut.
Pada
zaman dahulu, saat orang-orang belum menduduki di wilayah tersebut untuk
ditinggali, daerah ini awalnya adalah daerah yang penuh dengan hutan. Di daerah
ini terdapat banyak pohon damar. Karena daerah ini merupakan penghasil damar
terbanyak, jadi banyak penduduk di luar daerah Pedamaran yang pergi kesana
untuk mendapatkan kayu pohon damar tersebut, salah satunya adalah daerah Meranjat
yang sering sekali mengambil pohon damar tersebut untuk dapat memenuhi
kebutuhan hidupnya. Setiap hari masyarakat Meranjat mengambil kayu pohon damar
di daerah tersebut. Karena jarak yang ditempuh tidak terlalu dekat dan jalur dan alat transportasi yang belum memadai
akibatnya perlu waktu berjam-jam lebih untuk mencapainya, akhirnya seiring
berjalannya waktu masyarakat Meranjat pindah ke daerah tersebut dan menamainya
dengan nama daerah Pedamaran. Cerita
ini diperkuat dengan berbagai hasil karya seniman lokal dari daerah Pedamaran,
Syahrudin yang dituangkannya dalam lagu Asal Usul Pedamaran, dan juga Suparman
Gulux yang menciptakan lagu Urang Diri. Kedua lagu tersebut, menguatkan cerita
bahwa nenek moyang Pedamaran berasal dari Meranjat.
Dan sekarang daerah Pedamaran sudah
banyak diduduki oleh masyarakat. Daerah yang dulunya merupakan penghasil pohon
damar sekarang merupakan daerah penghasil purun terbanyak. Hasil purun tersebut
kemudian dikelola menjadi tikar dan merupakan hasil ekonomi kreatif bagi
masyarakat Pedamaran, dan pada akhirnya daerah Pedamaran ini disebut dengan “Kota
Tikar”.
Dari tulisan diatas diharapkan agar masyarakat
dapat mengetahui bahwa daerah Pedamaran adalah daerah yang tersembunyi, namun
memiliki banyak potensi alam yang tidak diketahui oleh banyak orang.

Comments