Skip to main content

Sinopsis One Day (2017)


SINOPSIS

Gang-Soo yang diperankan oleh Kim Nam-Gil bekerja sebagai seorang pemeriksa asuransi, namun setelah kematian istrinya Dia mengalami sebuah depresi berat. Saat ini Gong-Soo sudah mulai kembali bekerja. Dia mengambil kasus seorang wanita bernama Mi-So diperankan oleh Chin Woo-Hee, saat ini mengalami keadaan koma.
Suatu hari, Gang-Soo datang ke sebuah tempat, tempat dimana teman akrab Mi-So tinggal. Dia bertanya tentang bagaimana kronologi dari kecelakaan tersebut, namun teman akrab Mi-So tidak ingin menjawabnya.
Akhirnya Gang-Soo memutuskan untuk pergi ke rumah sakit dimana, perempuan itu dirawat dan saat tiba disana ada seorang wanita yang memperkenalkan dirinya sebagai Mi-So, Gang-soo mengetahui bahwa hanya dialah satu-satunya yang dapat melihat wanita itu.
Bermula Mi-So terbangun setelah mengalami kecelakaan mobil dan melihat dirinya terbaring di sebuah ranjang rumah sakit dan menyadari bahwa dirinya sekarang ini sedang menjadi roh. Setelah bertemu dengan pemeriksa asuransi yang dapat melihat dirinya, setalah Mi-So memperkenalkan dirinya, Gang-Soo pingsan karena kaget bahwa bayangan Mi-So tidak ada dikaca.
Mi-So selalu mengejar-ngajar Gang-Soo untuk membantu dirinya. Namun, Gang-Soo selalu mengatakan bahwa dirinya adalah orang yang sangat sibuk. Mi-So sangat membutuhkan Gang-Soo karena Mi-So ingin pergi keacara pesta pernikahan teman akrabnya.
Akhirnya, Gang-Soo mengantarkan Mi-So kesana, dan pada saat mc mengatakan ada yang keberatan dengan pernikahan itu, tiba-tiba Mi-So mengangkat tangan Gang-Soo, entah apa maksudnya. Setelah, pesta bubar Mi-So melihat anjing kesayangannya (Manggo), dan Mi-So menyuruh Gang-Soo untuk memegang dagunya, namun Gang-Soo takut dengan anjing, tapi Mi-So memaksanya dan terpaksa Gang-Soo harus melakukannya.
Setelah itu, mereka kembali ke rumah sakit nasional untuk mangantarkan Mi-So pulang. Dirumah, Gang-Soo terus mengingat istrinya. Keesokan harinya, Gang-Soo pergi ke kantor untuk menyelesaikan kasus tersebut, Pak Cha (Patner kerja) memberi informasi tentang koran yang sedang beredar mengenai Mi-So dan menceritakan kronologi dari kejadian tersebut, Bahwa pada saat kejadian tidak ada tongkat yang tertinggal dan dari bukti itu Pak Cha menganggap bahwa kasus Mi-So adalah kasus bunuh diri.
Selanjutnya, Gang- Soo pergi kerumah sakit kembali untuk melihat perkembangan dari Mi-So. Di rumah sakit, Gang-Soo tidak menemukan roh dari Mi-So karena tidak menemukannya, Gang-Soo menanyai seseorang yang ada saat kejadian berlangsung. Dia menanyakan banyak pertanyataan tentang kronologi tersebut. Selanjutnya, Gang-Soo pergi kesuatu café untuk minum. Dia bertanya kepada pelayan café tentang hantu. Selanjutnya, Gang-Soo semakin penasaran mengapa dia bias melihat roh dari Mi-So.

Setelah itu, Gang-Soo pergi ke rumah untuk beristirahat sebentar. Dan keesokan harinya dia pergi ke kantor kembali. Gang-Soo tidak langsung masuk kedalam kantor tapi dia langsung duduk dan melamunkan sesuatu di kursi serambi kantor tempat dia bekerja. Tiba-tiba Mi-So dating dari belakang dan langsung mengejudkan Gang-Soo. Kemudian, Mi-So mengajak Gang-Soo pergi ke lantai atas kantornya. Mi-So melihat banyak pemandangan dari atas sana, dia sangat senang, karena sebelumnya dia tidak pernah melihatnya. Mi-So menarik tang Gang-Soo dan memejamkan matanya untuk merasakan kehidupan Gang-Soo yang sebelumnya. Gang-Soo tak percaya dengan itu, tapi Mi-So menjelaskan kepada Gang-Soo bahwa dia bisa merasakan sesuatu hanya dengan sentuhan.
Selanjutnya, Gang-Soo mengajak Mi-So pergi ke aquarium ikan raksasa untuk memperlihatkannya kepada Mi-So, ditengah obrolan mereka Gang-Soo mendengar seorang anak yang berbicara pada ibunya. Kemudian, Gang-Soo menanyakan sesuatu kepada Mi-So tentang ibunya, Mi-So menceritakan bahwa dia telah ditinggal lari ibunya saat perayaan ulang tahun yang ke-4, ibunya hanya meninggalkan sebuah foto kepadanya. Mi-So mengatakan bahwa dia tidak mengingat wajah ibunya, tapi dia mengingat suaranya saja.
             Setelah itu, Gang-Soo mengajak Mi-So untuk pegi kesuatu tempat yang bersalju, Namun Mi-So sedih karena salju yang dia pegang ternyata menembus tangannya, melihat kejadian itu Gang-Soo membantu Mi-So yakni dengan cara meletakkan tangannya dibawah tangan Mi-So agar Mi-So dapat merasakannya, Mi-So pun tersenyum kepada Gang-Soo.
            Hari sudah malam, Gang-Soo pun kembali kerumahnya dan Mi-So kembali kerumah sakit. Hari esok pun tiba, Gang-Soo pergi kekantor dan berbicara dengan patner kerja masalah lokasi tempat yang diambil dari foto Mi-So. Setelah mengetahui tempatnya, Gang-Soo pergi kerumah ibu Mi-So dia berlagak seperti pelanggan yang ingin memotong rambutnya, ditengah obrolan mereka, Gang-Soo mengatakan kepada ibu Mi-So bahwa Mi-So sedang terbaring dirumah sakit dan sedang membutuhkan dirinya untuk menyadarkannya, namun ibu Mi-So mengatakan bahwa dia tidak pernah pantas mendapatkannya, dan Gang-Soo langsung diusir dari tempat salon tersebut. Gang-Soo akhirnya pergi dan melihat suatu tanda tempat terjadinya kecelakaan Mi-So. Setelah berlalu, dia langsung pergi kerumah sakit  dan dia melihat Mi-So ada dilantai atas rumah sakit tersebut. Saat itu Mi-So sedang sedih karena melihat seorang anak di rumah sakit itu yang tidak ditemani oleh orangtuanya dalam pembuatan layang-layang. Kemudian, Mi-So menyuruh Gang-Soo untuk menemani anak itu, tapi Gang-Soo tidak mau. Mi-So terus memaksa Gang-Soo untuk menemani anak itu, karena menurutnya Gang-Soo sudah cocok untuk menjadi ayah. Akhirnya, Gang-Soo pun menemani anak itu, dan dia bertanya tentang ayah dari anak tersebut.
            Setelah itu, layang-layang yang sudah jadi diterbangkan keangkasa, mereka tampak bahagia dan tertawa bersama. Ditengah tawaan itu, tiba-tiba ayah dari anak tersebut datang, dan ternyata ayah dari anak tersebut adalah patner kerja Gang-Soo. Gang-Soo dan Mi-So pun pergi dari tempat tersebut. Dan di tengah perjalanan menuju kamar Mi-So, Gang-Soo melihat ibu Mi-So datang menuju kearah kamar Mi-So. Kemudian, Gang-Soo menyuruh Mi-So untuk pergi duluan.
 Selanjutnya, Ibu Mi-So melihat Mi-So dari belakang pintu, Gang-Soo menuju kearah ibu Mi-So dan menyuruhnya masuk, namun ibu Mi-So tidak ingin masuk dan langsung pergi.
Ditengah kepergiannya, ternyata Mi-So melihat ibunya melihatnya, dan dia melihat Gang-Soo sedang mengejarnya. Mi-So terdiam dan dia lari ke atas gedung rumah sakit. Gang-Soo merasa bersalah dengan sikapnya itu, dia takut jika Mi-So marah kepadanya, dan benar Mi-So marah kepadanya, Mi-So mengatakan bahwa tidak seharusnya Gang-Soo melakukan hal itu, sedangkan Mi-So juga merasa bersalah karena dia belum menceritakan semuanya kepada Gang-Soo bahwa sebenarnya dia telah menemui ibunya, namun saat dia mengatakan bahwa dia adalah Dan Mi-So ibunya mengatakan bahwa dia bukanlah ibunya. Hati Mi-So retak saat itu, dia pergi dan dia lupa membawa tongkatnya, dia hanya mengandalkan perabaannya, namun ditengah jalan dia tidak mendengar ada suara mobil, dan saat itu pula dia langsung ditabrak lari oleh mobil tersebut, dia koma dan rohnya keluar dari tubuhnya.
            Ditengah obrolannya itu, dia tiba-tiba dada Mi-So sakit, dan dia langsung menghilang dari hadapan Gang-Soo, akhirnya Gang-Soo lari kekamar Mi-Soo dan ternyata Mi-So memuntahkan banyak darah dari mulutnya, terpaksa Mi-So harus dilarikan ke ruang UGD. Gang-Soo langsung teringat dengan kejadian yang telah dialami atas meninggalnya Sun-Hwa (istrinya). Gang-Soo sangat sedih saat itu, dia pulang langsung pulang kerumah dan melihat foto pernikahannya dengan Sun-Hwa.
            Keesokan harinya, dia pergi kerumah sakit. Dirumah sakit, dia melihat Hoo-Jung (sahabat Mi-So) sedang menjenguknya. Kemudian, Gang-Soo mengajaknya untuk pergi kerumah ibu Mi-So untuk membujuknya agar segera menemui Mi-So. Sampai malam hari tiba, ibu Mi-So tidak sama sekali memperdulikan ajakan itu, dia langsung pergi dengan anak gadisnya.
            Akhirnya, Gang-Soo kembali kerumah sakit. Dia termenung disuatu tempat duduk dekat rumah sakit tersebut. Tak lama kemudian, datang patner kerjanya dan menawarkan rokok kepadanya. Beberapa menit kemudia, patner kerja Gang-Soo harus pergi untuk melihat anaknya yang sedang sakit.
            Selanjutnya, dia kembali pergi kerumah untuk beristirahat sejenak. Dipagi hari, tiba-tiba handphone Gang-Soo berbunyi. Dan ternyata merupakan kabar dari Hoo-Jung. Dia mengatakan bahwa ibu Mi-So berada dirumah sakit untuk menjenguknya. Gang-Soo langsung bergegas menuju rumah sakit. Dan tak lama kemudian, dia tiba dirumah sakit tersebut. Dan dia langsung menuju kekamar Mi-So untuk melihat keadaannya.
            Kemudian, Gang-Soo, Hoo-Jung, dan ibu Mi-So membicarakan tentang wali hukumnya Mi-So. Gang-Soo membicarakan bahwa alih semua hak Mi-So akan dialihkan kepadanya ibunya. Tapi, ibunya menolaknya dengan keras karena menurutnya dia bukanlah walinya tapi ibunya. Akhirnya, ibu Mi-So dan anaknya pergi, tengah perjalanan, anak gadisnya itu memarahi ibu Mi-So karena tidak mau menandatangani dokumen itu. Akhirnya, anak gadinya itu pergi, dan kejadian itu dilihat oleh Mi-So.
            Ibu Mi-So memilih untuk tidak pulang kerumah karena dia ingin merawat Mi-So terlebih dahulu. Dielusnya rambut Mi-So dan dia meminta maaf kepada Mi-So. Mendengar permintaan maaf ibunya itu, Mi-So pun menangis dan meninggalkan kamarnya dan termenung diatas rumah sakit itu.
            Keesokan harinya, Pak Cha memberi tahu bossnya bahwa Mi-So masih mempunyai ibu. Dan itu sangat mempersulit proses asuransinya. Karena boss Gang-Soo ingin Mi-So agar cepat mati dan tidak ada walinya, agar uang asuransinya tidak habis. Mendengar hal itu dari Pak Cha, boss marah besar, dan dia langsung melirik kearah Gang-Soo seolah tahu bahwa Gang-Soo lah yang mencari tahu hal itu. Boss sangat marah, dan ditengah kemarahan itu Gang-Soo justru marah kembali dan langsung meninggalkan kantornya.
            Gang-Soo pergi kerumah sakit untuk melihat keadaan Mi-So. Namun, dilihatnya ibu Mi-So sedang memandikan Mi-So dengan kain basah. Karena melihat itu, Gang-Soo langsung pergi kelantai atas rumah sakit dan melamun. Ditengah lamunannya itu, tiba-tiba Mi-So memanggil dirinya. Gang-Soo tersenyum kepada Mi-So. Mereka berdua berbicara. Namun, ditengah pembicaraannya itu Mi-So mengungkapkan suatu permintaan kepada Gang-Soo. Permintaan itu adalah agar Gang-Soo membantu dia untuk segera pergi, agar dia tidak menyusahkan ibunya. Dia sedih, karena dia tidak bisa membalasnya, bahkan dia tidak bisa menghapus air mata ibunya. Dia ingin segera pergi karena semakin dia bertahan maka semakin membuat ibunya menderita. Namun, Gang-Soo tidak ingin membantu Mi-So untuk pergi, karena dia sudah mulai menyukai Mi-So, tapi Mi-So tetap memaksanya karena hanya Gang-Soo lah yang bisa membuatnya pergi. Karena Gang-Soo tidak ingin Mi-So pergi sama seperti nasib Sun-Hwa.
            Gang-Soo menceritakan apa yang terjadi pada Sun-Hwa. Dia sangat sedih, dan permintaan terakhir Sun-Hwa adalah ingin melihat lautan. Permintaan itu di penuhi oleh Gang-Soo.Namun saat itu Sun-Hwa kedinginan dia meminta selimut kepada Gang-Soo. Gang-Soo mengambilkan selimut untuk Sun-Hwa dan mengunci kursi roda Sun-Hwa agar tidak jatuh. Tak lama dari situ, saat Gang-Soo telah membawakan selimut untuk Sun-Hwa dia tidak melihat Sun-Hwa ditempat tadi. Saat dia melihat-lihat sekitarnya, tiba-tiba banyak orang lari ke permukaan jalan. Ternyata sedang terjadi kecelakaan, dan betapa kagetnya Gang-Soo ternyata itu adalah Sun-Hwa. Akhirnya, Sun-Hwa langsung dilarikan keruang UGD untuk diperiksa dan beberapa menit kemudian, ternyata nyawa Sun-Hwa tidak bisa diselamatkan lagi. Gang-Soo sangat sedih saat itu, dia frustasi dan bingung menghadapi hal itu. Setelah Gang-Soo bercerita, ternyata sebenarnya Mi-So melihat kejadian itu saat Sun-Hwa sedang di periksa. Dia juga melihat Gang-Soo yang sedang menunggu di kursi antrian.
            Setelah itu, Mi-So menyuruh Gang-Soo untuk berjanji kepadanya agar selalu mengingatnya. Kemudian dia memegang tangan Gang-Soo dan saling memajamkan mata. Mi-So berkata banyak tentang kata-kata perpisahan untuk Gang-Soo dan tak lama, tiba-tiba saat Gang-Soo membuka matanya tiba-tiba Mi-So berubah menjadi Sun-Hwa. Sun-Hwa meminta maaf, dan dia bertanya tentang kenangan indah mereka. Gang-Soo menangis dan meminta maaf kembali kepada Sun-Hwa tentang kejadian yang dia alami dan dia tidak akan melupakan kenangan indah yang pernah mereka ukir berdua.
            Pagi harinya, Gang-Soo pergi kerumah sakit untuk melihat keadaan Mi-So. Ternyata Mi-So sudah sadar, dan dia melihat Gang-Soo.Gang-Soo langsung mematikan saluran infus Mi-So untuk memenuhi permintaan Mi-So. Dan selanjutnya Gang-Soo memegangkan tangannya ketangan Mi-So. Mi-So pun menjawabnya seolah dia berterima kasih kepada Gang-Soo.
Selesai

Comments

Popular posts from this blog

Asal Usul Pedamaran

Lebak Purun Pedamaran Indonesia adalah negara yang memiliki banyak pulau. Salah satunya adalah pulau Sumatera. Di setiap Pulau terdapat banyak sekali nama-nama daerahnya. Dan disetiap daerah memiliki sejarah dan keunikan yang  berbeda-beda pula. Salah satu daerah yang memiliki sejarah dan keunikan yang belum dikenal oleh masyarakat adalah daerah Pedamaran. Pedamaran adalah salahsatu memiliki sejarah dan keunikan yang sangat menarik. Namun, hal ini tidak banyak diketahui oleh khalayak banyak. Menurut kutipan dari (Abief,2017 :1) mengatakan bahwa, “terbentuknya daerah Pedamaran berasal dari Meranjat karena terdapat banyak kesamaan pada bahasanya.”  Sejarah terbentuknya daerah Pedamaran adalah sebagai berikut. Pada zaman dahulu, saat orang-orang belum menduduki di wilayah tersebut untuk ditinggali, daerah ini awalnya adalah daerah yang penuh dengan hutan. Di daerah ini terdapat banyak pohon damar. Karena daerah ini merupakan penghasil damar terbanyak, jadi banyak p...

Dengan Segenap Hati

Hari yang pernah aku jalani ini, tak selamanya mengalir lancar bak sungai. Tak selamanya senada dengan apa yang Allah rencanakan. Aku....... Hanyalah seseorang yang tak pernah tau apa arti kehidupan yang sebenarnya. Hanya seorang gadis yang telah ditinggal ayahnya yang sangat dia cintai. Aku... Tak selamanya bisa menjadi orang yang selalu dipandang tinggi oleh kalian, aku hanyalah seorang yang lemah dan tidak bisa apa-apa. Dengan segenap hati aku katakan, aku bukanlah orang yang sempurna didunia ini, aku juga bukanlah seorang yang selalu benar dalam kehidupanku. Aku adalah manusia biasa yang hanya mengadu pada diri-Nya. Hari demi hari kulewati di jeruji suci ini. Aku tak mengerti apa alasan ayah memaksaku masuk kedalam jeruji ini. Kulewati hari-hari bersama mereka yang sama sekali tidak pernah tau isi perasaan ini. Aku sempat berfikir untuk mengakhiri hidup ini, namun setelah sakaratul maut itu hampir menjemput disitulah aku baru sadar tentang arti kehidupan. Terima kasih at...

KELUARGA

        Harta terbesar yang aku miliki sekarang, tanpanya aku tidak bisa apa-apa lagi. Mereka yang rela mengorbankan waktunya untukku, mengorbankan tenaganya untukku, dan semua hanya untukku. Hari ini, aku mulai merindukan mereka lagi, ntah kapan akan bertemu kembali. Ingin rasanya, pergi dari penjara ini, tapi ini bukan waktu yang tepat untuk aku menemui mereka. Aku pun tak mengerti semuanya mengapa aku harus berpisah dengan mereka, padahal aku masih punya waktu untuk mereka, dan aku menyia-nyiakannya.       Tuhan, lindungi mereka, jaga mereka, bahagiakanlah mereka. Tolong, panjangkanlah umur mereka, agar kelak mereka melihatku sukses dan akan membahagiakan mereka, aku janji. Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun, masih saja aku tidak bisa bersama mereka.