Di sekolah ini, aku sendiri tanpa seorang teman yang memperdulikan hidup ini. Hari-hari kulewati tanpa semua orang yang kucintai.
Hari ini, aku merindukan ayah tercintaku, ntah mengapa hati ini serasa ingin bertemu dengannya kembali. Kutunggu setiap malamnya, tapi tak ada mimpi yang menceritakan aku dan dirinya kembali.
Aku hanya ingin kembali bersamanya, karenanya aku bisa seperti ini. Kuukir namanya didalam hati ini, seolah kuukir secara permanent agar tidak ada yang bisa menggantikannya dan tidak akan pudar sampai kapanpun.
Aku ingin pulang, rasanya kepergian dirinya itu seolah hanya mimpi belaka, yang biasanya membuatkan aku makanan kesukaanku, yang biasanya menceritakanku suatu yang indah, yang biasanya memberikan motivasi terhebat itu, kini tiada lagi jejaknya.
Ingin kudengar kembali gurauan yang manis itu, hanya saja semua yang pergi tidak akan pernah bisa kembali. Hilang sudah harapan ini untuk selalu berjumpa dengan dirinya.
Langit ini kembali cerah, hanya saja tidak dapat mempengaruhi keadaan yang suram ini. Matahari bersinar dengan terangnya, namun tak akan pernah bisa menyinari hati yang berduka ini.
Hari ini, aku merindukan ayah tercintaku, ntah mengapa hati ini serasa ingin bertemu dengannya kembali. Kutunggu setiap malamnya, tapi tak ada mimpi yang menceritakan aku dan dirinya kembali.
Aku hanya ingin kembali bersamanya, karenanya aku bisa seperti ini. Kuukir namanya didalam hati ini, seolah kuukir secara permanent agar tidak ada yang bisa menggantikannya dan tidak akan pudar sampai kapanpun.
Aku ingin pulang, rasanya kepergian dirinya itu seolah hanya mimpi belaka, yang biasanya membuatkan aku makanan kesukaanku, yang biasanya menceritakanku suatu yang indah, yang biasanya memberikan motivasi terhebat itu, kini tiada lagi jejaknya.
Ingin kudengar kembali gurauan yang manis itu, hanya saja semua yang pergi tidak akan pernah bisa kembali. Hilang sudah harapan ini untuk selalu berjumpa dengan dirinya.
Langit ini kembali cerah, hanya saja tidak dapat mempengaruhi keadaan yang suram ini. Matahari bersinar dengan terangnya, namun tak akan pernah bisa menyinari hati yang berduka ini.
Ingin rasanya diri ini memeluk dirimu kembali, tapi semua hanya sebuah masalah lalu yang tidak akan pernah bisa aku lupakan selama hidup ini.
Andai saja, aku dapat mengulang waktu ini, tentunya aku akan tahu kapan ajal bisa memisahkan kita, terlarut dalam sebuah derita ini aku merasa semuanya hanya boneka yang tidak bergerak dan seolah bertanya ada apa dengan diri ini?.
Tetapi, semua orang tidak mengerti bagaimana rasanya kehilangan orang yang sangat disayanginya, mereka hanya menganggap itu adalah suratan dari Allah, tetapi mereka tidak pernah bisa mengerti!!!!!!!! bagaimana rasanya, mereka hanya bisa berbicara tanpa mengerti hati ini.
Sering kuingat bagaimana kasih sayang kita dulu, jujur itu membuatku rindu denganmu, rindu akan semua sikapmu, perhatianmu, semua motivasi dari dirimu itu.
Aku terlalu sering membuat dirimu kecewa, maafkan aku.

Comments