Tidak terasa sekarang, setelah setahun lalu kita telah pergi dari pangkuan ayah dan ibu kita. Berharap sukses untuk kedepannya.
Tak banyak yang dapat kita katakan, hanya saja kita tidak bisa mengatakan bahwa kita merindukan mereka disana. Detik demi detik kita lalui, mencoba bertahan dalam sebuah masalah yang besar.
Selalu mencari cara agar kita dapat bertahan disini, bersama guru-guru yang sama halnya seperti kita, yang meninggalkan orangtuanya, istri/suaminya, anak2nya demi mencari sebuah kesuksesan itu.
Ini tahun kedua kita berada disini, tanpa orangtua tanpa adik dan kakak kita, tanpa teman kita, tanpa sahabat kita, tanpa semuanya. Selalu tersenyum didepan walau hati rapu didalam. Mencoba hal yang baru, mencoba berusaha, mencoba semua, walau jatuh untuk berapa kalinya.
Tidur tanpa ranjang dan kasur sebelumnya, yang sebenarnya tidak pernah kita rasakan dirumah. Yang biasanya manja, sekarang hanya bisa menghubungi mereka hanya seminggu sekali. Harus hemat, jika memang mau bertahan hidup untuk beberapa hari. Badan semua merah, karena airnya masih keruh, dan masih berbau logam, semua telah kita rasakan. Semua kita rasakan bersama, hidup berasrama yang serba kita beli sendiri, belum punya kamad yang sesungguhnya, belum ada sebuah pemimpin yang sesungguhnya, tapi semua berubah.
Niat hati, ingin pergi dari kehidupan di asrama itu, tapi apa daya hanya ingin membuat keluarga bangga disana.
Tak banyak yang dapat kita katakan, hanya saja kita tidak bisa mengatakan bahwa kita merindukan mereka disana. Detik demi detik kita lalui, mencoba bertahan dalam sebuah masalah yang besar.
Selalu mencari cara agar kita dapat bertahan disini, bersama guru-guru yang sama halnya seperti kita, yang meninggalkan orangtuanya, istri/suaminya, anak2nya demi mencari sebuah kesuksesan itu.
Ini tahun kedua kita berada disini, tanpa orangtua tanpa adik dan kakak kita, tanpa teman kita, tanpa sahabat kita, tanpa semuanya. Selalu tersenyum didepan walau hati rapu didalam. Mencoba hal yang baru, mencoba berusaha, mencoba semua, walau jatuh untuk berapa kalinya.
Tidur tanpa ranjang dan kasur sebelumnya, yang sebenarnya tidak pernah kita rasakan dirumah. Yang biasanya manja, sekarang hanya bisa menghubungi mereka hanya seminggu sekali. Harus hemat, jika memang mau bertahan hidup untuk beberapa hari. Badan semua merah, karena airnya masih keruh, dan masih berbau logam, semua telah kita rasakan. Semua kita rasakan bersama, hidup berasrama yang serba kita beli sendiri, belum punya kamad yang sesungguhnya, belum ada sebuah pemimpin yang sesungguhnya, tapi semua berubah.
Niat hati, ingin pergi dari kehidupan di asrama itu, tapi apa daya hanya ingin membuat keluarga bangga disana.

Comments