Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2016

Genap Sudah.

Hi my hero! Apa kabarmu disana ayah? baik? bagaimana? 40 hari sudah engkau pergi dari pelukan ini. Aku ingin bertemu denganmu, ya ingin sekali ayah :). Bisakah kita bertemu untuk sebentar saja, aku ingin membicarakan sesuatu padamu. Ayah, masalahku makin banyak sekarang, aku tak mengerti semuanya ayah :'(. Pick me up dad, I miss you so  much. Come here dad, I'm afraid in here, I'm alone dad :'(.

I WANT

Aku ingin menjadi seekor burung yang terbang dengan bebasnya. Aku ingin hidup tanpa peraturan, aku ingin :). Aku lelah dengan hidup yang tak pasti ini. Aku lelah. Aku ingin terbang bersama bintang di langit. Aku ingin hidup dengan tenang, aku ingin pergi dari dunia ini. Ayah, ibu aku ingin pergiiiiiiiii...... izinkan aku pergi dari dunia  ini untuk selamanya. Ibu, izinkan aku pergi menyusul ayah, izinkan aku menemaninya ibu. Perbolehkan aku menemaninya ibu. Ayah, jemput aku... Aku tak butuh kasih sayang semua teman yang pengkhianat itu, aku butuhh kasih yang jelas. Ayah, izinkan aku menemanimu. Aku tak mengerti apa yang telah aku lakukan. Jujur, jalanku tanpa suatu tujuan lagi. Hmm... aku lelah :)

Biarkan Ku Cari Jalanku

Aku mencoba mengukir semua tentang dirimu dihati ini. Yakin bahwa kamu bisa mengubah duniaku ini. Namun, beriring dengan jalannya waktu. Aku pun terpaku pada suasana itu. Aku bingung, mengapa semuanya seketika berubah. Hari ini, kulihat mentari di pagi hari, namun tak kulihat lagi senyuman manismu untukku. Malam tak berbintang pun seolah menjadi saksi bagaimana diriku  tanpa  dirimu. Ingin rasanya aku pergi dari dunia ini, detak jantung ini tak memungkinkan lagi. Aku ingin pergi, pergi dari kehidupanku ini.  Andai saja dirinya tahu, bagaimana hidupku tanpa dirinya. 

I FAILED this time

Langit tak berbintang ini seolah menjadi saksi tentang perasaanku sekarang, jujur aku kecewa dengan hasil yang aku peroleh saat itu. Aku merasa diri ini bodoh, lemah, payah, bahkan tidak bisa apa-apa. Untuk sekarang aku canggung memanggil anak the face, bahkan guru pembimbingnya pun canggung untukku panggil, ntah mengapa. Aku terdiam saat itu, seolah jam tangan ini berhenti sejenak. Aku rapuh, aku tidak bisa menghibur diri ini lagi. Andai, semua orang mengerti perasaanku sekarang. Aku ingin pergi dari keterpurukanku ini. Ayah, jemput akuuuuuuuuuuuuuuuuu, aku ingin pergi dari dunia ini. Aku tidak ingin disini lagi, aku lelah ayahhhh.......

Kesempatan Kedua

Malam itu, malam terindah yang pernah aku alami sebelumnya, malam yang membuat hati ini seolah terguncang seakan ada tsunami yang menghampiri. Kesempatan kedua pun tiba untuk diri ini, kesempatan untuk bisa membuah ayah dan ibu bangga. Meskipun sekarang, ayah sudah pergi tapi aku yakin aku bisa membuatnya bangga disana. Hari ini, ku kabarkan kabar itu kepada ibuku dan betapa bahagianya dia mendengarnya. Aku senang, aku dapat membuat ibuku bangga padaku. Besok, aku akan pergi ke tempat keduamu ayah. Aku akan pergi dan aku akan meminta do'a darimu. Berharap, dengan berita ini engkau bisa tersenyum disana. Seakan melihat gadis kecilmu ini adalah orang yang hebat. Aku bersyukur atas semuanya, aku berterima kasih atas anugerah-Nya. Dengan ini, aku dapat membuat ayahku bangga disana, dan seolah memberi tahu kepada semuanya bahwa anakku juga bisa maju tanpaku. Intinya aku akan terus berjuang untuk membuat ayah bangga, aku janji aku bisa!. Kaki ini pun melangkah untuk bangki...

Miss You

Di sekolah ini, aku sendiri tanpa seorang teman yang memperdulikan hidup ini. Hari-hari kulewati tanpa semua orang yang kucintai. Hari ini, aku merindukan ayah tercintaku, ntah mengapa hati ini serasa ingin bertemu dengannya kembali. Kutunggu setiap malamnya, tapi tak ada mimpi yang menceritakan aku dan dirinya kembali. Aku hanya ingin kembali bersamanya, karenanya aku bisa seperti ini. Kuukir namanya didalam hati ini, seolah kuukir secara permanent agar tidak ada yang bisa menggantikannya dan tidak akan pudar sampai kapanpun. Aku ingin pulang, rasanya kepergian dirinya itu seolah hanya mimpi belaka, yang biasanya membuatkan aku makanan kesukaanku, yang biasanya menceritakanku suatu yang indah, yang biasanya memberikan motivasi terhebat itu, kini tiada lagi jejaknya. Ingin kudengar kembali gurauan yang manis itu, hanya saja semua yang pergi tidak akan pernah bisa kembali. Hilang sudah harapan ini untuk selalu berjumpa dengan dirinya. Langit ini kembali cerah, hanya saja tidak...