Di sekolah ini, aku sendiri tanpa seorang teman yang memperdulikan hidup ini. Hari-hari kulewati tanpa semua orang yang kucintai. Hari ini, aku merindukan ayah tercintaku, ntah mengapa hati ini serasa ingin bertemu dengannya kembali. Kutunggu setiap malamnya, tapi tak ada mimpi yang menceritakan aku dan dirinya kembali. Aku hanya ingin kembali bersamanya, karenanya aku bisa seperti ini. Kuukir namanya didalam hati ini, seolah kuukir secara permanent agar tidak ada yang bisa menggantikannya dan tidak akan pudar sampai kapanpun. Aku ingin pulang, rasanya kepergian dirinya itu seolah hanya mimpi belaka, yang biasanya membuatkan aku makanan kesukaanku, yang biasanya menceritakanku suatu yang indah, yang biasanya memberikan motivasi terhebat itu, kini tiada lagi jejaknya. Ingin kudengar kembali gurauan yang manis itu, hanya saja semua yang pergi tidak akan pernah bisa kembali. Hilang sudah harapan ini untuk selalu berjumpa dengan dirinya. Langit ini kembali cerah, hanya saja tidak...