Malam itu, bertepatan dengan malam kepergianmu. Dan itu genap untuk yang ke-6 bulannya. Mungkin, ayah menegurku karena aku sudah jarang sekali berkunjung dirumah barumu. Aku minta maaf dengan sangat ayah, bukan disengaja tapi aku masih bingung untuk membagi waktuku. Sungguh, aku tak menyangka itu terjadi. Maaf ayah, aku memang sudah lama menginginkan ayah hadir dalam mimpiku, tapi tidak dengan mimpi itu ayah. Jujur, aku belum ingin pergi dari sisi ibu. Karena aku yakin, suatu saat nanti aku akan membuat ayah bangga padaku. Aku menolak bukan karena aku tidak merindukanmu, atau tidak ingin hidup denganmu disana. Tapi, aku masih ingin mencoba untuk bisa membuat ibu dan ayah bangga nantinya. Sekali lagi aku minta maaf ayah, aku disini dengan tujuan yang awal, bukankah ayah menginginkanku sukses terlebih dahulu ayah?, ayah aku mengerti keadaanmu sekarang, tapi apa pantas ayah menjemputku sekarang ayah, sedangkan aku disini dituntut untuk sukses nantinya dan bisa membuat ayah bangga. ...
Heyoo Guys!